Ketum Hipmi Sumbar Iqra Chissa Diundang Presiden ke Istana

HIPMI SUMBAR
Senin, 27 Mei 2019 | 06:14 WIB
image

Ketum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumbar, Iqra Chissa Putra, bersama rombongan Badan Pengurus Pusat Hipmi menghadiri undangan Presiden, Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/4). 

Kedatangan Hipmi tersebut dipimpin oleh Ketua Umum Hipmi, Bahlil Lahadalia, dan Ketum BPD Hipmi seluruh Indonesia. 

Pada pertemuan itu, Iqra menyampaikan kepada Presiden tentang pembangunan irigasi di sawah-sawah penduduk di Sumatra Barat. Menurutnya, irigasi bermanfaat untuk meningkatkan produkdi padi dengan harapan menjadi bank pangan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Iqra kepada Presiden berdasarkan permintaan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, saat ia berkunjung ke rumah dinas gubernur beberapa waktu yang lalu.

Dalam kunjungan itu, Irwan mengatakan, Sumbar merupakan daerah pertanian. Karena itu, Irwan ingin infrastruktur irigasi Sumbar lebih baik ke depannya agar hasil pertanian masyarakat meningkat.

Irwan berpesan kepada Hipmi Sumbar untuk menyampaikan hal itu ke Presiden. Saat itu, Iqra berjanji kepada gubernur untuk menyampaikan pesan tersebut kepada Presiden. 

“Kami sangat memahami kondisi masyarakat Sumbar yang mayoritas bertani. Karena itu, perbaikan sarana dan prasarana irigasi memang menjadi kebutuhan utama memperbaiki kualitas hidup petani kita," tutur Iqra kepada Haluan, Jumat (6/4).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden memaparkan, Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha (entrepreneur) karena saat ini persentase pengusaha di Indonesia baru menginjak 3,01 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Angka sangat jauh bila dibandingkan jumlah pengusaha di negara maju lain yang sudah menginjak angka 14 persen.

Karena itu, Jokowi menyatakan, pemerintah siap mendorong para pelaku usaha, khususnya pengusaha muda, untuk terus tumbuh dan berkembang dalam memajukan perekonomian nasional bersama Hipmi.

Pertemuan dengan Presiden itu juga dimanfaatkan Hipmi untuk menyampaikan kendala-kendala yang mereka hadapi dilapangan, terutama di daerah-daerah. Hipmi ingin lebih banyak partisipasi dalam pembangunan nasional yang dilakukan pemerintah.

Iqra mengatakan, Presiden Jokowi sangat menghargai Hipmi dalam pengabdian untuk meningkatkan jumlah pengusaha di Sumbar.

Ia berharap kepada semua bupati, wali kota, dan perusahaan BUMN di provinsi ini untuk melibatkan dan bersinergi dengan pengusaha pengusaha muda, khususnya kader-kader Hipmi. 

“Saya yakin kader Hipmi di Sumatra barat adalah kader-kader yang baik dan insyallah tidak akan mengecewakan,” ucap Iqra.

Sebelumnya, Presiden mendengarkan keluhan dua pengusaha anggota Hipmi yang tidak bisa terlibat dalam proyek infrastruktur pemerintah. Keluhan itu disampaikan dalam Rakernas Hipmi di Tangerang, yang dihadiri Jokowi pada awal Maret.

"Adik-adik saya ini menyampaikan keluhan-keluhan di daerah. Artinya, ada proyek-proyek besar di daerah, tapi pengusaha lokalnya tidak dilibatkan. Ini yang mau saya luruskan dengan kementerian, baik Kementerian BUMN, PUPR, dan Kemenhub. Agar apa? Memperbesar peredaran uang di daerah sehingga pembangunan betul-betul bermanfaat untuk semuanya," kata Jokowi di Istana dalam kunjungan Hipmi tersebut.

Karena masih kecilnya persentase jumlah pengusaha di Indonesia, Jokowi memastikan pengusaha muda terlibat langsung dalam setiap proyek pemerintah.

"Harus. Bukan setuju. Harus. Yang gede-gede kan banyak. Entah itu jalan tol. Jalan tol itu yang banyak kan BUMN, kemudian bendungan, yang banyak di PUPR. Tapi yang ngerjakan, yang banyak menang kok ya dari BUMN? Kemudian entah perluasan atau pembangunan airport, pembangunan pelabuhan. Memang harus dilibatkan pengusaha-pengusaha lokal, terutama yang muda-muda," tuturnya.

Jokowi berjanji mencari penyebab sulitnya pengusaha muda terutama di daerah-daerah terlibat dalam proyek pemerintah.

"Itu yang nanti akan saya lihat, kenapa tidak dilibatkan. Apakah masalah kuenya yang terlalu besar atau kemampuan dalam misalnya penyiapan peralatan beratnya, bisa saja atau di sisi pengalaman kerja. Kayak pembangunan airport, itu kan mesti memiliki sebuah keahlian dan pengalaman yang panjang. Pelabuhan juga sama, tetapi saya melihat kalau dari yang disampaikan adik-adik saya di Hipmi, saya kira beliau-beliau memiliki kemampuan ke sana. Mau saya lihat secara detail dengan menteri-menteri," ujar Jokowi.

Pada akhir pertemuan itu, Presiden berpesan kepada Hipmi untuk mendampinginya apabila berkunjung ke daerah-daerah. 

Saat menerima Hipmi di Istana pada hari itu, Presiden didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution; Menteri Sekretaris Negara, Pratikno; Sekretaris Kabinet, Pramono Anung; dan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.