Jakarta, Padek—Pengusaha perlu dibekali jiwa nasionalisme dan wawasan kebangsaan sejak dini. Bila tidak, para pengusaha akan muda terbawa arus globalisasi dan semangat pragmatisme yang bisa merugikan bangsa dan negara.
Untuk itu, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengkarantina 120 pengusaha muda di Lemhanas, Jakarta, selama sepekan.
Termasuk mewakili Hipmi Sumbar yang diikuti lima anggota. Yakni Braditi Moulevey, Richard Erlangga, Defrizal Djamaris, Andre Rosiade dan Haryandi Eka Putra.
Ketua Umum BPP Hipmi Erwin Aksa mengakui, organisasi yang dipimpinnya sudah banyak menghasilkan banyak pemimpin muda baik di eksekutif maupun legislatif. Namun, jiwa kenegarawanan masih minim dimiliki para pemimpin muda.
“Ketika memegang kekuasaan di level tertentu, kita prihatin sebab masih banyak pemimpin muda terjebak dalam pemenuhan kepentingan diri sendiri, kelompok sendiri, golongan sendiri, atau bahkan keluarga sendiri,” ujar Erwin.
Penanaman sikap kenegarawanan sudah harus dimulai sejak usia muda. Nilai-nilai itu sudah harus ditanam di alam bawah sadar dan menjadi sikap mental seorang pengusaha atau pemimpin muda bangsa. Kenegarawanan berarti rela menyangkali kepentingan diri sendiri dan golongan demi kepentingan bangsanya. (mg8)
[ Red/Redaksi_ILS ]
sumber : Padang Ekspress
No related posts.
